peran dan kedudukan hati atas anggota lainnya

13 Apr 2015

 

 

 

 

 

 

 

peran dan kedudukan hati atas anggota lainnya


Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 ,Maha suci Allah, Dzat yg telah mengaruniakan pada hamba-hambanyaKemampuannya tuk bermakrifat kepada-Nya. Dan sungguh kemuliaan dan keutamaan manusia yg melebihi makhluk-makhluk ciptaan Allah Iainnya itu adalah karena kemampuan tuk bermakrifat kepada-nya… Dan sesungguhnya makrifat kepada Allah hanya bisa diterapkan dengan hati (kalbu), bukan dgn anggota tubuh lainnya .

 

 

 

 

 

Hatilah yang bergerak menggerakkan untuk mengdekat kepada Allah

Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Hatilah yg bergerak menggerakkan tuk mengdekat pada Allah, bekerja karena-Nya, berjalan,  menuju-Nya, kemudian bahkan,  hanya dengan hati sajalah orang mampu menyingkap apa-apa yg ada di sisi Allah kemudian yg ada padanya-Nya Nyatalah yakni peran kemudian kedudukan hati atas anggota yang lain adalah teramat vital. Ia seumpama raja yg berkuasa penuh mengelola rakyatnya Seandainya sang raja baik, maka ia akan mengelola rakyatnya ke arah yg baik dan menganjurkan mereka agar agar berbuat
yang baik pula, hingga tersingkir dari tujuan- tujuan lain selain Allah.

 

 

 

Apabila Rajanya Tidak Mengemban Amanat Secara Benar


Paket Umroh Bulan Ramadhan 2015 ,Tetapi kebalikannya, bila rajanya zhalim, jahat, aniaya kemudian menganjurkan pada yg munkar, akan terseretlah rakyatnya ke sesuatu selain Allah, yg menyebabkan rentetan bencanalah yg akan menimpa kaum yg diaturnya itu, , menyebabkan terhijablah mereka dari mengenal Allah SWT. Pantaslah bilamana Rasulullah SAW bersabda, “Ingatlah di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging Jika ia baik, akan baiklah seluruh tubuh itu, tapi bila ia rusak, maka akan rusak pula tubuh itu seluruhnya, Segumpal daging itu adalah hati (kalbu),” (H.R, Bukhari Muslim]

 

 

 

Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Ka’bul Ahbar melalui Aisyah r.a bahwa Nabi SAW bersabda

 

Paket Umroh Ramadhan 2015 ,Di hadits lain yg diriwayatkan dari Ka’bul Ahbar melalui Aisyah r.a bahwa Nabi SAW bersabda, “Orang itu kedua matanya adalah pemberi petunjuk, kedua telinganya adalah corong, lidahnya yaitu juru bahasa, kedua tangannya ialah sayap, kedua kakinya ialah pos, sedangkan rajanya ialah hati. Maka apabila raja itu baik, maka baik pula tentara-tentaranya” [AI Hadits].

Maka, sungguh meneliti dan mengoreksi hati adalah hal yang perlu terus menerus kita lakukan agar hati kita ini senantiasa terkontrol kondisinya. Ditinjau dari segi hidup- matinya hati, Dr. Ahmad Faridh di dalam kitabnya, Tazkiyat An Nufus. Kitab yg berisi pemikiran Imam Ibnu Rajab AI Hambali, AI Hafizh Ibnu Qayyim AI Jauziyah, dan Imam AI Ghazali – membagi hati manusia ke dalam tiga karakter.

 

 

 

1) Hati yang sakit (al Qalbu al Maridh)


Perumpamaan untuk orang yg hatinya sakit adalah ia tak ubahnya layaknya gelas kotor dan kusam yang tak pernah dibersihkan, lalu diisi air keruh. Perhatikanlah, yakni jangankan memasukan sebutir debu yg kasat mata ke dalamnya, benda-benda misalnya paku payung, jarum, silet atau pula patahan pisau cutter sekalipun tdk akan tampak terlihat. Yg terlihat tidak pernah berubah, yaitu sebatas kotor dan kusamnya gelas. Perumpamaan lain bagi orang yang hatinya sa kit, ialah ibarat cermin, ia sakit, ialah ibarat cermin, ia adalah cermin yang tidak terawat, sehingga penuh noktah-noktah (titik-titik) hitam.

Mulanya mungkin hanya satu noktah, namun dari hari ke hari noktah tersebut terus bertarrbah. Menyebabkan tiap benda, sebagus apa saja yg disirnpan di mukanya, akan nampak lain pantulan bayangannya. Setidak-tidaknya bayangan benda itu nampak buram dan lebih buruk dari aslinya. Lebih lagi yg bercermin di depannya, siapa saja dia, niscaya akan merasa kecewa.

Sebab, sebagus dan serapih apapun dandanannya, bayangan yg terpantul dari cennin akan nampak buruk dan kusam Begitulah hati yg sakit. la akan nampak penuh noktah hitam dan noktah itu akan terus bertambah” Dari waktu ke waktu, Hari ini melekat noktah riya, esoknya melekat noktah ujub, Lusanya mungkin noktah iri dengki, lain kali noktah berniat buruk, su’uzhon, berkata-kata Sia-sia, lalai menjaga pandangan, dan seterusnya, , Akhirnya hati pun penuh tumpukan noktah-noktah hitam. Jadilah ia qolbun maridh! Naudzhibillah.

Orang yang menoorita qolbun maridh (hati yg sakit) jadi sulit menilai secara jujur apapun yg nampak di depannya, Melihat orang sukses, timbul iri dengki, Mendapat kawan beroleh karunia rizki, timbul resah, gelisah, dan ujung-ujungnya jadi benci, Ditampilkan pada siapa saja yang mempunyai kelebihan, hatinya jadi serta merta menyelidki Bibit-Bibit dan kekurangannya, Bila sudah ditemukan hatinya pun akan senang bukan kepalang, Ibarat menemukan barang berharga, , ia pun lalu mengumbar dan mengabarkan Bibit dan kekurangan orang itu kepada sembarang saja, agar kelebihannya jadi tenggelam, naudzhubillah Sungguh malang dan kasihan orang yg kelakuannya seperti ini, hal ini terjadi karena hatinya yang dibiarkan sakit.

Dari Hudzaifah bin ,AJ Yaman r,a. Rasulullah SAW pemah bersabda, ” Bencana (fitnah) menyerang hati seperti teranianya tikar seutas-seutas, Maka hati yang menerima bintik- bintik fitnah tersebut, akan tertitiklah pada noktah-noktah hitam, sedangkan hati yang tidak menerimanya, akan tergoreslah padanya titik-titik putih, Akibatnya, hati ter-bagi menjadi dua bagian, Pertama, hati yang hitam legam, cekung bagaikan sebuah gayung terbalik (tertelungkup) , Tidak kenal yang rnakruf dan tidak ingkar kepada yang munkar, kecuali apa-apa yang diserap oleh hawa nafsunya, Kedua, hati yang cerah dan putih bersih, yang tidak ternodai fitnah selama bumi dan langit terbentang”[H.R Muslim].

Adapun ciri lainnya dari hati yang sakit adalah cenderung gemar terhadap makanan ruhani yang memudharatkannya, tetapi sangat enggan terhadap santapan ruhani yang bermanfaat Ia biarkan penyakit yang berbahaya karena enggan minum obat yang berguna.Sedang hati yang sehat dan selamat akan menerima obat ruhani yang menyehatkan dan meninggalkan makanan ruhani yang menyesatkan dan membahayakan.

Padahal sungguh tiada santapan ruhani yang paling bermanfaat, selain iman, sedangkan sedangkan obatnya yang paling efektif ialah mernbaca AI-Quran. Walhasil, hati yang sakit adalah hati yang hidup, namun mengandung penyakit. Di dalam qolbun maridh disatu pihak terdapat mahabbah (kecintaan) kepada Allah: iman, ikhlas, dan tawakkal kepada-Nya. Di pihak lain, terdapat rasa cinta terhadap hawa nafsu, rasa tamak untuk meraih kesenangan, mementingkan kehidupan dunia, dan hal-hal lainnya.

Padahal hati serupa bejana, selama bejana itu berisi air, rnaka udara tidak akan bisa masuk Begitu pula hati yang disibukan dengan hawa nafsu, sifat tamak, dan mementingkan dunia sehingga lalai terhadap Allah, maka tidak akan dapat masuk ke dalam hati tersebut perasaan makrifat dan penampakan keagungan Allah SWT Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW, “Andaikan syetan-syetan itu tidak mengerubungi hati anak Adam, niscaya mereka dapat memandang ke alam malaikat yang ada di langit” [H. R. Ahmad]

 

2. Hati yang mati (at Qatbu at Mayyit)

 


Hati yg mati termasuk hati yang seutuhnya dikuasai hawa nafsu sehingga ia terhijab dari mengenal Tuhannya. Hari-harinya ialah hari-hari penuh kesombongan kepada allah, sama sekali ia tidak mau beribadah kepada-Nya, dia juga tdk mau meneruskan perintah dan apa-apa yg diridhai-Nya. Hati model ini berada dan berlangsung bersama-sama hawa nafsu dan keinginan-nya walaupun sebenarya hal itu dibenci dan dimurkai Allah. Ia sudah tak peduli, apa Allah ridha kepadanya atau tidak? Sungguh, ia telah berhamba pada selain Allah Bila mencintai sesuatu, ia mencintainya karena hawa nafsunya. Begitu pula apabila ia menolak, mencegah, membenci sesuatu juga karena hawa nafsunya.

Hawa nafsu telah menguasai dan bahkan menjadi pemimpin dan pengendali bagi dirinya. Kebodohan dan kelalaian adalah sopirnya. Kemana saja ia bergerak, maka gerakannya benar-benar telah diselubungi oleh pola pikir meraih kesenangan duniawi semata. Pendek kata, hatinya telah tertutup oleh lapisan kegelapan cinta dunia dan mempertaruhkan hawa nafsu. (by A’ A. GYM)


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive